Pada apa apa yang aku inginkan kamu tak datang
Pada apa apa yang aku harapkan kamu kini diam
Kedengarannya, kamu sudah biasa tanpa aku
Lebih cepat dari perkiraan
Yang dulu ku kira,
Kamu begitu membutuhkan aku
Syukurlah,
Kamu bisa hidup dengan baik
Makan dengan lahap
Menebar kasih sayang di manapun
Tidak menyakiti diri sendiri
Syukurlah,
Jalan yang ku ambil memang baik
Di sini semakin dingin,
Tanpa pelukmu,
Tanpa genggamanmu,
Tanpa sapaanmu
Aku di sini hampir membeku
Karena aku mendamba cumbu
Yang tak mampu ku dapatkan darimu,
Mungkin cuma aku yang berharap
Kamu datang memintaku kembali
Karena sejatinya,
Kamu tak menginginkan aku ada
Aku di sini
Di dalam ruang sepi
Sendiri
Aku harap, kamu mau berkunjung ke sini
Kira-kira apa ya, yang aku rasakan tapi tidak kamu rasakan
Mm.. Mungkin, merasa tidak diutamakan
Ah, tapi sepertinya kamu tak sepenting itu juga buat ku? Iya kan kamu merasa begitu?
Mm.. Merasa istimewa karena pasangan mencoba dekat dengan keluarga?
Ah, tapi itu sudah jadi prinsipmu kan untuk tidak memberi harapan lebih
Sekarang, malah aku yang salah sepertinya karena memberi banyak harapan kosong pada orangtuamu
Yah, tapi sepertinya ibumu pun tak begitu menyukai aku, apa lagi ayahmu? Bagaimana?
Mm.. Merasa baper akan tulisan yang aku buat?
Ah, kalau itu sih mau kamu bertanya pun pasti aku jawab
Iya ini dan itu memang menceritakan kamu
Tidak seperti aku,
Meski aku sudah bertanya eh ternyata memang bukan tentang aku, malunya..
Terlalu percaya diri dan juga mungkin tak tau diri
Dulu, kita pernah mengakui, kita merasakan hal yang sama
Sama-sama merasakan apa yang kita masing-masing rasakan
Sekarang, karena sudah tidak ada lagi kita,
Maka, rasa kita jadi harus sendiri-sendiri
Dan menebak nebak sendiri
Apa aku juga kamu masih merasakan hal yang sama
"Kamu membuat aku terjebak di lingkaran hitam,"
"Itu memang salahku, tapi kita bisa berubah,"
"Tapi berubah tidak semudah itu bagiku, apalagi bersama kamu yang cuma bisa berucap saja,"
"Kamu harusnya berkaca diri,"
"Aku tak ingin menyalahkanmu,"
"Tapi itu yang selalu kamu lakukan,"
"Maaf,"
"Kamu bisa berubah jika kamu ingin, sayangnya kamu tidak"
Dan aku secepatnya ingin pergi dari khayal-khayal tentangmu
Iya, karena aku cuma seorang pengecut
Yang tak pernah berani mengakui kesalahanku sendiri
Pada akhirnya
Kamu tak kunjung dapat menjadi seperti apa yang kamu nasihat kan pada orang lain
Pada akhirnya kamu hanya bergantung pada aku
Terus berkata mari mulai
Tapi kamu tak melangkah
Terus memintaku berlari
Tapi kamu?
Diam di tempat
Sudah pernah
Ya sudah
Hanya begitu
Mungkin semesta juga tidak merestui kita
Dinding entah kenapa bisa terus berdiri
Meski berkali kali kita hancurkan
Yogyakarta - 30 Des 2018