PENA MENARI
  • Beranda
  • Fiksi
  • Non Fiksi
  • Food
  • Contact Me
Karena semuanya hilang 

Aku pernah begitu bahagia bersama seseorang
Pernah begitu bersemangat untuk menjadi yang terbaik baginya 

Setiap waktu luang rasanya ingin mencoba resep baru karena dia bilang "aku ingin punya istri yang pandai memasak" 

Setiap sore, aku lebih sering menyisir rambutku, karena dia bilang "rambutmu indah" 

Iya, aku pernah segembira itu karena seseorang. 
Aku pernah se-semangat itu untuk menjadi yang terbaik 

Dan sekarang hilang, 
Iya, hilang begitu saja

Perasaan gembira itu, 
Perasaan bersemangat itu, 
Semuanya hilang 

Aku tidak lagi menjadi bahagia
Aku tidak lagi menjadi bersemangat 
Meski dia berkata, 
"Kamu tetap yang paling cantik" 
"Aku ingin kamu begini begitu karena aku menyayangimu," 

Untuk suatu waktu, 
Aku kehilangan gairahku

Aku semakin jauh
Jauh dari diriku sendiri atau dia yang mengklaim lebih mengenal aku. 

Aku kira aku lelah. 
Mungkin aku memang lelah. 

Karena, sampai sekarang ini, 
Mungkin baginya aku tidak melakukan apa-apa
Aku tidak mencapai apa-apa 

Mungkin karena aku tak pernah mengukur, 
Aku telah sampai di mana 
Aku tak pernah berencana 
Di waktu ini aku harusnya ada di sini

Ya, mungkin itu kesalahannya 
Kesalahanku. 

Sampai akhirnya aku hanya mendapat lelah
Dan tak mendapat pengelihatannya. 

Karena semua perasan itu hilang
Aku putuskan untuk pergi 

Aku akhirnya pergi
Dia mengira aku egois
Mungkin iya begitu awalnya 
Tapi sekarang aku berpasrah

Aku tau diri, tidak akan mendapat yang lebih baik darinya
Meski begitu ia tetap aku lepaskan

Lebih baik bahagia dengan apa adanya
Dari pada terus memaksa sebuah ketidakmampuan 

Aku kira aku ingin kembali, 
Tapi, 
Lebih baik tidak kan? 
Harus dijawab? 
Kenapa belum terlelap? 
Tanyaku, 

Tidak ada
Dia tidak ada

Karena dia tidak ada, 
Aku tak bisa terlelap

Aku cuma lelah, 
Lelah berbaik-baik sikap 
Lelah terus melempar senyum
Lelah terus mencari obrolan

Jadi aku diam. 

Lalu, apa menjadi diam itu salah? 
Lalu, apa tidak berpura-pura baik itu salah? 
Lalu, apa bermuram sehari itu salah? 

Lihatlah, 
Bahkan kamu tak tau apa yang aku alami
Meski sekiranya kamu memang tau,
Apa perasaanmu yang lebih banyak berpura-pura itu bisa paham? 

Maaf, mungkin aku terlalu penuntut, 
Maaf, 
Tahan lah sedikit lagi
Sebentar lagi aku tidak akan mengusik kalian


Mungkin itu kamu,
Tujuan baik dari setiap hal buruk yang aku alami

Mungkin itu kamu, 
Yang bersembunyi dalam kepedulian yang tak putus terhadapku 

Mungkin itu kamu, 
Tempat aku bermuara pada akhirnya 

Meski sering kali aku tak yakin, 
Bahwa itu kamu 

Karena mungkin ini hanya penyanggahan atas kesalahanku sendiri

Karena mungkin ini, 
Cuma khayalanku saja

Karena mungkin kamu, 
Sudah bermuara pada hati yang baru

Mau say hello dulu untuk pembaca yang sudah berkenan mau mampir. Ini blog pribadi dari empunya akun Instagram pena_menari_ 
Mohon maaf bila ada ketidak sesuaian isi dan tema. Atau perbedaan selera, karena ini sekali lagi dibuat dengan sangat iseng-iseng. Hanya berharap kalian bisa menikmatinya.

Postingan Lebih Baru Beranda

ABOUT ME

Wanita yang pasti cantik karena tidak mungkin ganteng. Dengan segala hal yang masih biasa-biasa saja. Senang bersyukur dan belakangan juga senang mendengarkan. Karena bercerita paling seru bagi saya, hanyalah lewat tulisan.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

Categories

  • Fiksi 5
  • Non Fiksi 1
  • Prosa 1
  • Prosais 1
  • Puisi 1

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • September 2020 (1)
  • Juni 2020 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (5)
  • Desember 2018 (5)
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates