PENA MENARI
  • Beranda
  • Fiksi
  • Non Fiksi
  • Food
  • Contact Me




Kini semua semakin baik 
Ditandai tak adanya kata-kata tersembunyi perihal kau di sini 

Puisi menjelma kita
Yang menatap senja
Yang menikmati malam 
Juga yang saling tukar pandang 

Kau menemukan aku yang ingin sembunyi
Atau barangkali perjalanan ke persembunyian itu yang mengantarku padamu 

Butuh kah aku eja cinta itu?
Saat matamu dengan baik menangkapnya tanpa cela 

Butuhkah aku dengar kata rayu?
Saat hadirmu lebih dari yang disuguhkan maya 

Akan kah ketiadaan ragu menjadi ragu itu sendiri?

Pikiranku sering kali berjalan jauh
Dan sendirian
Dan kutahu dirimu 
Selalu berusaha mengejarnya, untuk memeluknya 

September Pembuka di Kota Romantis


Impian atau cita-cita agaknya adalah hal yang pasti dimiliki semua orang yang hidup di dunia. Namun pandangan terhadap apa itu mimpi dan bagaimana menyikapinya tentulah berbeda dengan setiap orang.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk mewawancarai salah satu pengurus FLP tentang padangannya soal Impian atau cita-cita. Beliau sering disapa dengan nama Rosita, bertugas sebagai Bendahara di Forum Lingkar Pena Surabaya.

Mungkin pada artikel kali ini, saya akan menyimpulkan sedikit dari hasil wawancara saya bersama Mbak Rosita.

Beliau melihat impian sebagai sesuatu hal yang ingin kita capai di dunia dan merupakan cikal bakal dari cita-cita. Baginya, suatu impian tidak melulu harus besar. Bisa apa saja, tergantung bagaimana manusianya.
Menurut beliau, memiliki impian adalah penting. "Jika kita ndak punya impian seperti perahu yang melaju tanpa tujuan," tuturnya. Kemudian beliau menambahkan " Orang kalau Ndak punya impian pasti hidupnya Ndak terarah. Bakalan amburadul. Dan pada akhirnya Melakukan sesuatu yg kurang bermanfaat."
Dari pernyataan tersebut bisa kita ambil contoh, seperti orang yang tidak punya gairah hidup. Tidak tahu apa yang dituju atau yang ingin dicapai. Bahkan untuk mempertahankan hidup juga malas, akhirnya hanya menggantungkan hidup pada orang lain. Maka dari itu saya setuju. Sekecil apapun, manusia harus memiliki impian.

Dalam kesempatan tersebut juga saya menanyakan soal kegelisahan saya saat melihat orang-orang yang terlalu terobsesi pada impiannya. Dan jawaban beliau cukup membuat saya terkejut, pasalnya beliau menyikapi 'obsesi' secara berbeda. Beliau berkata, "Obsesi itu ada dua kalau menurutku, sih. Obsesi yang mengarah kepada kebaikan dan obesesi mengarah kepada keburukan. Selama hasilnya baik dan tidak berakibat buruk bagi orang lain kenapa enggak, Mbak ? Heheheh". Dari jawaban tersebut pandangan saya menjadi luas tentang obsesi. Kata ini sering dinilai negatif oleh kebanyakan orang. Namun ternyata ia kembali lagi bagaimana kita menempatkannya.

Selain itu dalam menggapai impian, gagal juga adalah kata yang tak dapat dilepaskan dari perjalanan itu. Gagal setelah melakukan usaha yang keras pasti akan terasa menyakitkan. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Mbak Rosita membagikan sedikit caranya menyikapi kegagalan dalam mencapai impian. Selain dengan mencari seseorang untuk menyemangati kembali, beliau juga menyarankan untuk evaluasi. Dari evaluasi ini kita bisa tahu apa yang salah dari usaha kita. Apakah itu datang dari diri sendiri atau kita salah memilih cara. Menganti impian? Tidak masalah sama sekali. Mungkin akan sulit bagi sebagian orang untuk mengganti impiannya. Namun perasaan menerima, 'mungkin itu bukan jalannya' akan mempermudah prisesnya.

Bagi saya, segala impian hanya rangkaian cara. Pada akhirnya kita pasti memiliki satu tujuan saja. Entah itu untuk membahagiakan orangtua, sukse dunia dan/atau sukses akhirat. Seperti kata pepatah, 'Banyak Jalan Menuju Roma'. Milikilah banyak impian supaya dapat mencapai tujuanmu. Masih kurang semangat? Jadikan tujuan tujuanmu seperti target. Kalau Mbak Rosita bilang, "Impian itu baiknya di pajang atau ditempel ditempat dimana kita bisa lihat setiap waktu. Jadi selalu inget dan nggak lupa sama impian itu dan apa yg harus dilakukan untuk bisa mencapai impian itu. Kalau impian disimpan didalam hati tok kayak e kurang greget. Sewaktu waktu bisa lupa gitu."

Selalu ingat tujuang akhir atau alasan kita menggapai mimpi. Jangan putus semangat dan jangan biarkan pupus waktu semangat-semangatnya.

Aku belajar menerimamu sebagai bagian dari diriku. Dan akan terus belajar. Bahwa tanpamu, jelas aku bukan manusia. 

Aku belajar, terus menjadikanmu kekuatan. Dengan penuh cinta aku terus mengobatimu. Dengan penuh pengertian dari diriku sendiri aku tak mengijinkanmu membuat aku sakit. 

Kepada kekuranganku, maaf bila hingga saat ini aku masih memanggilmu begitu. Di mana itu ialah tanda bahwa aku belum berbangga memilikimu. 

Kepada kekuranganku, terima kasih. Sebab keberadaanmu adalah yang menjadikan aku layaknya manusia. 
Beberapa ingatan sering muncul sendiri
Menahan napas
Membuatnya semakin berat
Sesak tidak bisa lepas

Dari bayang-bayang kenangan
Saat bersama dirimu terasa begitu kekal
Aku ingin melupa tapi justru makin merindu

Pada tulisan-tulisan yang bukan kamu lagi pembacanya
Aku melampiaskan
Perasan tanpa pengharapan
Apapun, tak akan ada lagi pertemuan
Mengertilah, sayang
Kau terlalu jauh untuk aku gapai
Dan alasan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat aku menyerah

Akhirnya mungkin kau akan merasakan apa yang aku rasakan

Sendirian mendamba seseorang
Sendirian berkhayal tentang seseorang

Berpikir bahwa ia masih memikirkanmu padahal tidak

Sayang, sudah cukup aku menyiksamu
Maka dari itu,
Aku pamit
Pada apa apa yang aku inginkan kamu tak datang 
Pada apa apa yang aku harapkan kamu kini diam 

Kedengarannya, kamu sudah biasa tanpa aku
Lebih cepat dari perkiraan
Yang dulu ku kira,
Kamu begitu membutuhkan aku

Syukurlah,
Kamu bisa hidup dengan baik
Makan dengan lahap
Menebar kasih sayang di manapun
Tidak menyakiti diri sendiri

Syukurlah,
Jalan yang ku ambil memang baik

Di sini semakin dingin, 
Tanpa pelukmu, 
Tanpa genggamanmu,
Tanpa sapaanmu

Aku di sini hampir membeku 
Karena aku mendamba cumbu 
Yang tak mampu ku dapatkan darimu, 

Mungkin cuma aku yang berharap
Kamu datang memintaku kembali 
Karena sejatinya, 
Kamu tak menginginkan aku ada 

Aku di sini 
Di dalam ruang sepi 
Sendiri 
Aku harap, kamu mau berkunjung ke sini
Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Wanita yang pasti cantik karena tidak mungkin ganteng. Dengan segala hal yang masih biasa-biasa saja. Senang bersyukur dan belakangan juga senang mendengarkan. Karena bercerita paling seru bagi saya, hanyalah lewat tulisan.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

Categories

  • Fiksi 5
  • Non Fiksi 1
  • Prosa 1
  • Prosais 1
  • Puisi 1

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • September 2020 (1)
  • Juni 2020 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (5)
  • Desember 2018 (5)
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates